https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXOwU0gf4gNXX4v5-BWquH0GOorlaF_VcQ5P6P60a45H_MI5PTah4Atfq6mUJMmwztwf7116YC9aPDTzkUjHDgtabvIxzBufg-W7rN23IMlKL7arNYtD_9ZUI5xASty6gQI_LZF3zHJKIc/s400/Sawer+panganten.jpg
Nyawer merupakan upacara dimana para orang tua memberi nasihat kepada kedua penganten atau mempelai tersebut. Nyawer dilakukan setelah akad nikah dan dilakukan di teras rumah atau halaman. Kedua orang tua menyawer penganten dengan memakai kerudung. Saweran dilakukan dengan menggunakan uang logam, beras, permen, dan irisan kunyit tipis yang diletakan di bokor. Kedua mempelai duduk berdampingan dengan diiringi payung, seiring kidung selesai di lantunkan, isi bokor ditabur, hadirin yang menyaksikan berebut memunguti uang receh tersebut beserta permennya. Nyawer melambangkan mempelai beserta keluarga berbagi rejeki dan kebahagiaan.
Meuleum harupat adalah salah satu dari rangkaian upacara nyawer dimana kedua mempelai memegang batang harupat, sementara pengantin wanitanya menyalakannya dengan lilin kemudian memasukannya ke dalam sebuah kendi kecil berisi air yang dipegang oleh mempelai wanita, diangkat kembali dan dipatahkan lalu dibuang jauh. Ini melambangkan kebersamaan dalam memecahkan suatu masalah dalam rumah tangga. Fungsi isteri dengan memegang kendi berisi air adalah untuk mendinginkan setiap masalah yang menghampiri suami.
Ninjag endog merupakan upacara dimana sang mempelai pria menginjak telur yang diatasnya ada papan dan batang bambu muda atau sering disebut dengan elekan, kemudian mempelai wanita membersihkan kaki mempelai pria tersebut dengan air di kendi, lalu dikeringkan menggunakan kain lap kemudian kendi tersebut dipecahkan berdua.Ini melambangkan pengabdian isteri kepada suaminya.
Kemudian Rangkain upacara yang berikutnya adalah upacara ngaleupaskeun japati.Ibu kedua mempelai berjalan keluar sambil masing-masing membawa burung dara yang kemudian dilepaskan terbang di halaman.Melambangkan bahwa peran orang tua sudah berakhir hari itu karena kedua anak mereka telah mandiri dan memiliki keluarga sendiri.
Huap lingkung merupakan upacara dimana pasangan mempelai disuapi oleh kedua orang tua, dimulai oleh kedua Ibunya yang dilanjutkan oleh kedua Ayahnya. Kedua mempelai saling menyuapi, Tersedia 7 bulatan nasi punar ( Nasi ketan kuning ) diatas piring. Saling menyuap melalui bahu masing masing kemudian satu bulatan di perebutkan keduanya untuk kemudian dibelah dua dan disuapkan kepada pasangan .Melambangkan suapan terakhir dari orang tua karena setelah berkeluarga, kedua anak mereka harus mencari sendiri sumber kebutuhan hidup mereka dan juga menandakan bahwa kasih sayang kedua orang tua terhadap anak dan menantu itu sama besarnya.
Dan upacara yang terakhir adalah upacara pabetot bakakak. Upacara bakakak adalah upacara dimana kedua mempelai duduk berhadapan sambil tangan kanan mereka memegang kedua paha ayam bakakak di atas meja, kemudian pemandu acara memberi aba-aba , kedua mempelai serentak menarik bakakak ayam tersebut hingga terbelah. Yang mendapat bagian terbesar, harus membagi dengan pasangannya dengan cara digigit bersama. Melambangkan bahwa berapapun rejeki yang didapat, harus dibagi berdua dan dinikmati bersama.
Itulah sedikit gambaran tentang adat-istiadat bangsa Indonesia khususnya disini adalah adat-istiadat pernikahan suku bangsa sunda, semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi anda semua, ehm...tentunya bagi anda orang sunda yang mau menikah tetapi lupa adat pernikahan anda...hehehe...^^