http://museumalatmusik.files.wordpress.com"UPACARA ADAT MANTUN"
Upacara adat mantun dilakukan pada waktu padi diladang mulai berubah menjadi buah/Celetu.Upacara ini dilakukan oleh Kokolot Lembur/Tokoh Masyarakat dengan memainkan alat Pantun ( Kecapi ) dan Rendo (sejenis alat musik yang dimainkannya dengan cara digesek ) sambil membawakan cerita dalam bentuk yang dinyanyikan dengan nada Marenggo, dengan harapan untuk mendapatkan berkah dan padinya selamat dari gangguan hama padi sehingga hasil panen padinya banyak, penuturan kata-kata pantunnya antara lain :
“Jauh dijugjug mapay-mapay jurang malipir dina gawir, nyalindung dina gunung, nyamuni ditempat suni, jauh teu puguh nu dijugjug, katempat anggang teu puguh nu rek diteang, ngajauhan lara heung wiring tina perang, panasna sarengenge, tiisna ciibun, nambahan geterna hate sumarabah kana bayah, kasurung kuniat anu geus nekad, ngalangkang kalangkang katukang jadi angan-anganjeung datangna harepan jeung kayakinan tinu ngatur sakabeh alam anu ngusikeun anu malikeun “
Yang artinya: berjalan jauh tak menentu tujuan, melewati tebing melintasi jurang yang terjal,berlindung ditempat yang sunyi dibalik gunung, menjauhi rasa malu dari kekalahaan perang, panasnya matahari, dinginnya embun pagi, menambah semangaat dan tekad , terbayang-bayang bayangan yang telah silam, yang telah jadi angan-angan dan dengan datangnya suaatu harapan serta keyakinan dari yang memiliki Alam semesta yang berhak ataas segalanya.
Nah itu dia sekilas tentang upacara mantun yang dilakukan oleh suku bangsa Baduy.Sebenernya pantun yang diucapkan pada acara tersebut merupakan amanat Pusaka untuk diresapi serta ditaati (ya walaupun tersirat) dan harus diingat secara turun temurun sehingga tidak tergoyah oleh keadaan dan situasi sekalipun di dunia ini sudah penuh dengan kemajuan modernisasi.
Suku Baduy yang ada di luar kawasan baduy pun masih melaksanakan upacara mantun ini, tetapi biasanya mereka memanggil Kokolot lembur dar daerah asalnya tersebut. Baca juga tentang Sawer Penganten, Candi Prambanan, Rebana, Musik Keroncong, Upacara Kasada, dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment